“Artinya, warga dan para petani tidak hanya menerima bantuan, tetapi mereka juga dilibatkan secara langsung untuk memperbaiki sarana pertanian di kampung halaman masing-masing,” jelasnya.
Menurut Heri, pelibatan kelompok tani melalui mekanisme swakelola dapat mempercepat pelaksanaan pekerjaan sekaligus memastikan pembangunan sarana pertanian dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Dengan mekanisme swakelola, masyarakat bisa terlibat langsung, sehingga proses pembangunan infrastruktur pertanian dapat dipercepat dan merata,” tukas dia.
Dikatakan, program tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana sekaligus mendukung petani kembali mengoptimalkan lahan sebagai sumber produksi dan penghidupan masyarakat. (038)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





