“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat pemahaman bersama, membangun koordinasi lintas sektor yang lebih solid, serta menyusun rencana aksi yang benar-benar implementatif dan menjawab kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Dia menambahkan, pemerintah provinsi memiliki peran strategis dalam mengorkestrasi sinergi antar pihak.
Dia juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar menyambut baik inisiatif kolaboratif, termasuk peran Sumbar Pulih dan Yayasan Plan International Indonesia.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra pembangunan menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana.
Dia berharap, forum tersebut dapat menghasilkan struktur koordinasi yang lebih jelas dan efektif.
“Lebih dari itu, kita berharap pendekatan klaster ini benar-benar menjadi bagian integral dalam sistem penanggulangan bencana di Sumatera Barat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar beserta jajaran, pimpinan Yayasan Plan International Indonesia, pimpinan Platform Sumbar Pulih, BPBD kabupaten/kota, unsur OPD, TNI/Polri, instansi vertikal, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, relawan kebencanaan, serta narasumber dan fasilitator. (000/adpsb)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






