Menurutnya, tiga semangat yang diusung dalam HARPELNAS 2026, yakni melayani, melindungi, dan memberdayakan, merupakan rangkaian yang saling berkaitan.
“Melalui pelayanan yang baik, kita ingin peserta merasa dihargai dan mendapatkan kemudahan. Melalui perlindungan, kita memastikan pekerja dan keluarganya memiliki jaminan ketika menghadapi risiko sosial ekonomi. Dan melalui pemberdayaan, kita ingin peserta memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan tetap produktif,” katanya.
Peserta PEKA Tampilkan Hasil Pengembangan Usaha
Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam rangkaian HARPELNAS tahun ini adalah keterlibatan peserta Program PEKA.
Para peserta yang sebelumnya mengikuti pelatihan pada bulan sebelumnya turut hadir dan memperkenalkan hasil pengembangan usaha mereka dalam kegiatan tersebut.
Program PEKA merupakan bagian dari upaya pemberdayaan peserta yang ditujukan untuk membantu mereka mengembangkan potensi ekonomi ketika memasuki fase baru, seperti setelah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), mengundurkan diri, maupun memasuki masa pensiun.
Kehadiran peserta PEKA memberikan gambaran bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti ketika pekerja menghadapi risiko. Ada pula upaya pemberdayaan agar peserta tetap memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan dan membangun kemandirian ekonomi.
“Program PEKA menjadi bagian dari komitmen kami bahwa peserta tidak boleh kehilangan tulang punggung ekonominya ketika memasuki fase baru dalam kehidupan. Kami ingin mendorong mereka untuk tetap memiliki kemampuan, semangat, dan peluang untuk mengembangkan ekonomi setelah tidak lagi bekerja seperti sebelumnya,” jelas Iddial.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





