Menurutnya, 81 tahun lalu para pejuang bangsa disatukan oleh satu tekad: Indonesia harus merdeka. Semangat yang sama, kata dia, harus diteruskan oleh generasi saat ini melalui kerja keras, keberanian menghadapi tantangan, dan pengabdian terbaik sesuai bidang masing-masing.
“Bagi kita, insan PT Semen Padang, medan perjuangan itu adalah menjaga, mempertahankan, dan membesarkan perusahaan yang kita cintai. Kita bukan sekadar berbicara tentang pabrik, produksi, penjualan, atau target RKAP,” kata Pri.
Ia mengatakan, perjuangan insan PT Semen Padang saat ini adalah memastikan perusahaan tetap tumbuh, sehat, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat yang luas. Karena itu, setiap karyawan harus memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab yang kuat terhadap keberlangsungan perusahaan.
PT Semen Padang, lanjut Pri, bukan sekadar entitas bisnis. Sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang berdiri sejak 1910, PT Semen Padang merupakan bagian dari aset bangsa sekaligus warisan industri nasional yang telah hadir jauh sebelum Republik Indonesia berdiri.
Lebih dari satu abad perjalanan telah membawa PT Semen Padang melewati berbagai perubahan zaman, dinamika ekonomi, krisis, pandemi, hingga proses transformasi perusahaan. Kemampuan bertahan dan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan memiliki fondasi, pengalaman, aset, serta sumber daya manusia yang kuat.
Karena itu, seluruh insan perusahaan diminta tidak takut menghadapi perubahan. Dinamika industri semen, persaingan pasar yang semakin ketat, perkembangan teknologi, serta perubahan kebutuhan konsumen harus dijawab dengan keberanian beradaptasi dan menghadirkan inovasi.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





