Andria menyebutkan, kebutuhan listrik Pabrik Indarung V mencapai sekitar 34,8 megawatt (MW). Dari kebutuhan tersebut, WHRPG mampu menghasilkan listrik sekitar 5 hingga 6 MW.
Kontribusi itu setara sekitar 14,4 persen hingga 17,2 persen dari kebutuhan listrik pabrik. Bahkan, kontribusinya dapat mencapai 24,4 persen apabila WHRPG beroperasi secara penuh dengan kapasitas hingga 8,5 MW.
โIni tentunya memberikan manfaat yang cukup besar bagi operasional perusahaan, terutama dalam mendukung efisiensi penggunaan energi. Kami terus berupaya agar pemanfaatan energi di lingkungan PT Semen Padang semakin optimal,โ ujarnya.
Menurut Andria, efisiensi energi tidak hanya berkaitan dengan upaya menekan konsumsi listrik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional dan meningkatkan daya saing industri.
Karena itu, manajemen PT Semen Padang terus memperhatikan peluang pengembangan dan optimalisasi teknologi energi.
โKami berharap dari diskusi dan pertemuan ini ada peluang yang bisa dimanfaatkan. PT Semen Padang tentunya mendukung berbagai upaya efisiensi energi,โ katanya.
Sementara itu, Anggota DEN Republik Indonesia Satya Widya Yudha menyampaikan apresiasi atas sambutan jajaran manajemen PT Semen Padang. Dia menilai pemanfaatan panas buang untuk menghasilkan energi listrik merupakan langkah positif dalam mendukung ketahanan energi.
โTerima kasih atas sambutan dari manajemen PT Semen Padang. Ini merupakan hal yang baik dalam mendukung ketahanan energi,โ ujar Satya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





