PADANG (SumbarFokus)
Digitalisasi semakin masuk ke aktivitas usaha masyarakat Sumatera Barat. Hingga triwulan II 2026, pengguna QRIS di Sumbar mencapai 1,08 juta, dengan sekitar 754 ribu merchant. Volume transaksinya tumbuh 158 persen secara tahunan.
Angka tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan ekosistem digital yang sedang dibangun di Sumatera Barat (Sumbar). Namun, Bank Indonesia (BI) Sumbar tidak ingin transformasi digital UMKM berhenti sebatas penggunaan QRIS untuk menerima pembayaran.
Digitalisasi didorong untuk masuk lebih jauh, mulai dari pemasaran, pencatatan transaksi, efisiensi usaha hingga membuka akses pembiayaan dan pasar.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2026, yang digelar BI Sumbar pada 28–30 Agustus 2026 di Hotel Pangeran Beach Padang.
Kepala Perwakilan BI Sumbar M. Abdul Majid Ikram mengatakan transformasi digital menjadi bagian penting dalam upaya membawa UMKM naik kelas.
“Bank Indonesia terus mendorong UMKM untuk naik kelas, Go Digital, dan Go Export melalui penguatan kapasitas, korporatisasi, perluasan akses pembiayaan, serta fasilitasi akses pasar di tingkat daerah, nasional, dan global,” ujarnya, di sela hari pertama penyelenggaraan Sumbar SCF 2026, Jumat (28/8/2026).
Menurut dia, perkembangan penggunaan QRIS menunjukkan semakin terbukanya ruang digital bagi pelaku usaha.
“Transformasi digital menjadi bagian penting dari penguatan tersebut. Hingga triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Sumatera Barat mencapai 1,08 juta dengan sekitar 754 ribu merchant, sementara volume transaksi tumbuh 158 persen (yoy),” kata dia.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





