“Proyeknya harus feasible, tetapi harus ditopang dengan skema pembiayaan campuran antara BUMN, sovereign wealth fund, dan sektor swasta,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan hilirisasi bergantung pada desain kebijakan serta kesiapan ekosistem pendukung.
Dia menyebut, proyek hilirisasi membutuhkan investasi besar dengan periode pengembalian yang panjang sehingga peran negara sebagai investor utama menjadi penting.
“Di sinilah peran negara sebagai investor utama menjadi krusial,” katanya.
Dia juga menjelaskan, sektor pertanian memiliki potensi besar dalam penciptaan lapangan kerja, sementara sektor mineral seperti nikel memiliki efek pengganda tinggi bagi industri manufaktur.
Namun, dia mengingatkan, adanya tantangan dari sisi keberlanjutan, termasuk isu lingkungan dan tuntutan standar global.
Menurut dia, transformasi ekonomi melalui hilirisasi harus didukung dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja, penguatan UMKM, inovasi teknologi, serta diversifikasi ekonomi.
Program hilirisasi diharapkan menjadi bagian dari strategi besar dalam memperkuat struktur ekonomi nasional ke depan. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






