PADANG PANJANG (SumbarFokus)
Rencana pembangunan lanjutan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin yang melintasi Kota Padang Panjang dan dilengkapi akses keluar tol (exit tol) diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, dampaknya terhadap lahan pertanian dan jaringan irigasi masyarakat perlu menjadi perhatian.
Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, dalam Pre-Sosialisasi dan Dialog Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin di Gedung M. Sjafei, Rabu (28/10/2026).
Hendri menyambut positif rencana tersebut karena dinilai dapat memperlancar mobilitas, memangkas waktu tempuh, serta membuka peluang bagi sektor pariwisata, perdagangan, jasa, dan UMKM.
“Kita berharap Padang Panjang tidak hanya menjadi kota perlintasan, tetapi juga menjadi kota tujuan. Dengan adanya akses tol, aktivitas ekonomi semakin berkembang dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Meski mendukung pembangunan, Hendri meminta agar kepentingan masyarakat tetap dilindungi, terutama terkait lahan pertanian dan keberlangsungan irigasi.
“Kami tidak menolak pembangunan ini. Namun, apabila ada lahan masyarakat yang terdampak, mohon dicarikan solusi yang baik. Jangan sampai pembangunan mengganggu sistem irigasi,” tegasnya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyebut, pembangunan tol tersebut strategis untuk memperkuat konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat di Sumatera Barat.
Dia meminta kajian menyeluruh terhadap dampak lingkungan, lahan pertanian, irigasi sawah, dan akses penghubung masyarakat. Andre juga menyatakan siap mengawal pembangunan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





