“Akumulasi curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang jenuh air menjadi pemicu utama terjadinya bencana di sejumlah wilayah Sumbar,” jelas Mahyeldi.
Dia juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar bergerak cepat menetapkan status tanggap darurat saat bencana terjadi demi memastikan keselamatan masyarakat serta percepatan koordinasi penanganan di lapangan.
“Pertimbangan utamanya adalah keselamatan warga. Saat kejadian meluas di beberapa titik strategis, tidak boleh ada keterlambatan dalam komando,” pungkasnya. (000/adpsb)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






