Museum Tak Lagi Sekadar Tempat Koleksi, Fadli Zon Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan museum tidak lagi hanya dipahami sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga harus menjadi ruang pengetahuan, penguat identitas bangsa, hingga penggerak ekonomi budaya. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

JAKARTA (SumbarFokus)

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan museum tidak lagi hanya dipahami sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga harus menjadi ruang pengetahuan, penguat identitas bangsa, hingga penggerak ekonomi budaya.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon dalam Orasi Budaya peringatan Hari Museum Internasional 2026 bertema “Museums Uniting a Divided World” di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026).

“Museum adalah ruang ingatan, ruang pengetahuan, ruang kewargaan, dan ruang peradaban. Di tengah dunia yang terpilah, museum dapat menjadi salah satu ruang paling sehat untuk belajar mendengar, memahami konteks, dan menghormati perbedaan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, tema Hari Museum Internasional tahun ini memiliki resonansi kuat bagi Indonesia di tengah kondisi dunia yang semakin terfragmentasi akibat konflik, polarisasi, ketimpangan, hingga disrupsi teknologi.

Fadli menegaskan museum memiliki peran strategis dalam membangun kembali kepercayaan publik dan memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Dia menyebut terdapat empat landasan utama kebijakan permuseuman Indonesia, yakni museum sebagai pembentuk jati diri bangsa, ruang kewargaan, ruang pemulihan kedaulatan budaya, dan infrastruktur hulu ekonomi budaya.

Salah satu yang disorot yakni keberhasilan Indonesia memulangkan 28.131 fosil dan catatan koleksi Dubois dari Belanda pada 2025, termasuk temuan awal Homo erectus.

Menurut dia, pemulangan koleksi tersebut menjadi tonggak penting dalam pemulihan memori dan kedaulatan budaya Indonesia.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait