Menurutnya, keunggulan fakultas dan program studi di perguruan tinggi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
“Bagaimana perguruan tinggi bisa membina masyarakat, men-standarkan produknya, membantu pengemasan, dan menghubungkannya dengan pasar. Ini menjadi salah satu peluang yang bisa dikembangkan UNP bersama alumni untuk menjawab kebutuhan UMKM,” katanya.
Mahyeldi juga menekankan pentingnya menyelaraskan kurikulum dan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah akibat perkembangan teknologi dan industri. Alumni diharapkan dapat menjembatani perguruan tinggi dengan dunia usaha melalui jejaring profesional, kesempatan magang, serta masukan bagi pengembangan kurikulum. Ia turut mengapresiasi dukungan UNP terhadap program Sekolah Rakyat melalui penyediaan fasilitas kelas sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.
Sementara, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, yang hadir secara daring, menyoroti tantangan ketenagakerjaan akibat perkembangan AI, robotika, platform digital, dan transisi menuju ekonomi hijau.
Rektor UNP Krismadinata, menyebut, alumni sebagai duta universitas yang turut menentukan reputasi dan kontribusi UNP di tengah masyarakat, serta mengajak mereka memperkuat hubungan dengan almamater, termasuk membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kolaborasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, daya saing tenaga kerja, dan kesejahteraan masyarakat Sumbar. (000/adpsb)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





