Sementara, perusahaan penjaminan yang berkantor pusat di Sumatera Barat mencatat total aset Rp472,65 miliar atau tumbuh 1,44 persen.
Lembaga keuangan mikro juga mencatat pertumbuhan. Total aset pada Juni 2026 mencapai Rp7,06 miliar atau tumbuh 8,71 persen. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp2,80 miliar atau tumbuh 11,62 persen, sedangkan jumlah debitur eksisting mencapai 919 debitur atau tumbuh 23,03 persen.
Di tengah pertumbuhan industri jasa keuangan, OJK Sumbar juga terus memperkuat edukasi dan pelindungan konsumen. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, OJK telah menggelar 20 kegiatan edukasi secara langsung dan 19 kegiatan secara tidak langsung melalui media sosial serta media digital.
Edukasi tersebut menyasar masyarakat umum, pelaku UMKM, serta pelajar dan mahasiswa. Materi yang disampaikan mencakup tugas OJK, produk dan layanan industri jasa keuangan, hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
OJK berharap, dengan adanya edukasi ini, masyarakat bisa lebih mengerti dan paham tentang bahaya-bahaya yang mungkin terjadi dalam melakukan transaksi perbankan. (028)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





