Ketua DPRD Padang Diskusi dengan Banyak Elemen, Ini Harapan Masyarakat Masyarakat Air Manis

Masyarakat di Kelurahan Air Manis Padang Selatan meminta adanya transparansi terkait pengelolaan wisata Pantai Air Manis. Mereka berharap adanya pengelolaan satu pintu. (Foto: ARMAN SULEMAN/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Masyarakat di Kelurahan Air Manis Padang Selatan meminta adanya transparansi terkait pengelolaan wisata Pantai Air Manis. Mereka berharap adanya pengelolaan satu pintu.

Bacaan Lainnya

Hal itu terungkap saat LPM, RT, RW, serta tokoh masyarakat Kelurahan Air Manis Kecamatan Padang Selatan berdiskusi bersama Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani, Senin (23/6/2024).

Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani mengatakan, dari diskusi yang disampaikan masyarakat Air Manis melalui Ketua LPM.

Nantinya akan ditindaklanjuti dengan instansi terkait bersama Komisi IV DPRD Kota Padang yang membidangi kepariwisataan.

“Ini terkait permasalahan kawasan wisata, maka perlu kita sikapi dan akan kita tindaklanjuti dengan instansi terkait, nanti Komisi IV, Dinas Pariwisata, PSM, begitu juga Asisten, kita akan undang yang terkait tentang itu,” ujar Syafrial Kani.

Dia juga berharap, supaya persoalan ini bisa terang benderang dan bisa memberikan kepastian kepada masyarakat air manis.

“Mereka begitu antusias bagaimana daerahnya bisa berkembang lebih baik dan menjadi tujuan wisata, khususnya Kota Padang. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi Air ?anis secara dekat,” ungkap Syafrial Kani.

Sementara, Ketua LPM Kelurahan Air Manis Allazi menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani, yang telah memberikan wadah dalam rangka berdiskusi bersama masyarakat Kelurahan Air Manis yang berkesempatan hadir.

“Mudah mudahan, dari forum diskusi ini, kita mendapatkan solusi dari apa yang terjadi di Air Manis, yaitu masalah pengelolaan retribusi yang selama ini pengelolaannya dua pintu,” ungkapnya.

Allazi menjelaskan, dua pintu tersebut yang pertama oleh Pemko Padang melalui PSM-nya dan kedua dikelola oleh satu kaum atau pribadi yang mengatasnamakan masyarakat Kelurahan Air Manis.

“Sebenarnya, dalam pengelolaan tersebut terjadi ketidakadilan, karena menjual nama masyarakat,” keluh ketua LPM.

Allazi mengungkapkan, sebagaimana diketahui, baru baru ini ada korban jiwa, pengunjung yang berenang di Pantai Air Manis hanyut dan itu dikelola oleh pengelola di gerbang pintu dua.

Allazi menilai, itu akan menimbulkan dampak yang buruk bagi masyarakat Kelurahan Air Manis.

Disampaikan, bahwasanya pengelolaan tersebut tidak bisa mengeluarkan asuransi kepada korban, jadi di situ melibatkan masyarakat, yang tentu efeknya adalah wisata Pantai Air Manis dicap negatif oleh daerah lain karena tidak ada pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.

“Karena pengelolaan itu mengatasnamakan masyarakat, maka dampaknya akan kembali kepada kami masyarakat Air Manis, sehingga kunjungan wisatawan ke Pantai Air Manis akan sepi dan itu sudah kelihatan hari ini,” ungkapnya lagi.

Allazib berharap, dari solusi yang nantinya didapat, akan terlihat fakta yang mana pengelolaan yang legal dan yang ilegal.

Untuk itu, dia meminta pengelolaan itu satu pintu saja, karena kalau pengelolaan satu pintu akan menjadi satu aturan. Maka akan menjadi pengelolaan pariwisata, bukan pengelolaan retribusi.

“Diharapkan nantinya pengelolaan ada dikami masyarakat, karena selama ini tidak ada inkam (pemasukan) ke nagari kami,” pungkasnya. (021)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait