Konsumen Transaksi Pakai QRIS Kena Charge? Lapor Contact Center

Kepala BI Sumbar Endang Kurnia Saputra. (Foto: YEYEN/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Bertransaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) saat ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. Standardisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia (BI) ini menjadikan bertransaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Dalam penggunaan QRIS, biaya jasa atau MDR (Merchant Discount Rate) dikenakan kepada merchant oleh Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP). Merchant sendiri tidak boleh membebankan MDR ke konsumen, bahkan untuk transaksi senilai di bawah Rp100 ribu, tidak ada biaya MDR yang dikenakan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Endang Kurnia Saputra, baru-baru ini, di sela kegiatan Media Briefing bersama para wartawan, berlangsung di Kantor BI Sumbar.

Ditegaskan Endang, pihaknya akan mengedukasi merchant-merchant terkait hal ini.

“Kita akan sampaikan pada merchant, tapi kita akan sasar bank-nya dulu. Kita akan inspeksi satu-satu, bank mana yang tidak sesuai aturan. Semua harus sesuai ketentuan. Bahkan di Bank Mandiri, QRIS-nya pakai limit namun mereka menggratiskan semua,” ujar Endang.

Penggunaan QRIS, disebutkan, sangat bermanfaat baik bagi konsumen maupun pedagang. Selain transaksi bisa dilakukan non-tunai dan cepat, bertransaksi dengan QRIS juga mengantisipasi terjadinya peredaran uang palsu. Namun saat menggunakan, konsumen tetap perlu berhati-hati, mewaspadai apakan pembayaran memang sudah sampai ke akun bank pedagang yang dituju. Caranya, setelah scan QRIS, konsumen tetap perlu memeriksa bahwa nama penerima yang tertera adalah benar nama merchant yang bersangkutan. Bahkan, satu tanda titik pun tetap perlu diperhatikan, karena bisa jadi menunjukkan penerima dana yang salah.

Dalam kesempatan itu, disampaikan juga oleh Kepala Tim Sistem Pembayaran BI Sumbar Surya Alamsyah, konsumen yang merasa ada keluhan terkait penggunaan QRIS, baik soal adanya merchant yang membebankan biaya ke konsumen saat menggunakan QRIS maupun hal lain terkait lainnya, bisa menghubungi contact center 131.

“Beroperasi mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB, selama hari kerja. Semua keluhan terkait QRIS bisa disampaikan di sini. Jadi jangan takut menggunakan QRIS, karena jika bingung, bisa menghubungi call center,” ujar Surya.

Sementara, ditemukan oleh SumbarFokus.com di lapangan, sejumlah konsumen memang mengalami kebingungan terkait MDR QRIS ini. Seperti dialami oleh Putra (20), saat berbelanja di sebuah rumah makan di Kota Padang, terkena biaya sekitar Rp120 ribu.

“Saya kena charge QRIS 500 perak. Itu memang ga seberapa. Tapi kita konsumen perlu tahu aturan yang benar itu bagaimana,” sebutnya.

Berbeda dengan dialami Dewi, yang mengaku saat berbelanja di sejumlah tempat dengan menggunakan QRIS, tidak pernah dikenakan biaya apapun oleh merchant.

“Pakai QRIS enak. Bayar cepat, mudah. Saya tidak pernah kena biaya apapun. Saya berbelanja di Two Mart, di Dalas Swalayan, atau di warung bakso Adabiah, misalnya. Itu tidak pernah pakai biaya tambahan,” ujarnya. (003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait