βAnak-anak kita adalah pahlawan kecil Pasaman. Dari mereka kita berharap lahir generasi yang berkarakter, cerdas, mandiri dan sadar bencana. Inilah bagian dari ikhtiar kita membangun Pasaman Bangkit melalui generasi yang berkualitas,β ujar Parulian.
Dia menegaskan, persiapan generasi penerus tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga perlu didukung pembentukan karakter dan keterampilan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasaman Mardianto menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan bagi anak-anak perlu disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan, ramah anak, dan mudah dipahami.
Melalui simulasi dan permainan outbound, anak-anak diperkenalkan pada berbagai potensi bahaya di lingkungan sekitar, cara melindungi diri, serta pentingnya mengetahui jalur dan tempat evakuasi.
βKita ingin membangun budaya sadar bencana sejak dini dengan cara yang ramah anak. Mereka belajar mengenali bahaya, mengetahui apa yang harus dilakukan dan tetap tenang ketika menghadapi situasi darurat. Kesiapsiagaan ini diharapkan menjadi kebiasaan yang terbawa hingga mereka dewasa,β jelas Mardianto.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Pasaman yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Melalui sinergi antara penguatan literasi, pendidikan karakter, dan edukasi kebencanaan, Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap dapat menumbuhkan generasi yang cerdas, tangguh, mandiri, dan memiliki kesadaran terhadap risiko bencana.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





