“Pelepasan CPMI ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memberikan akses terhadap pekerjaan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat Pasaman,” ujar Welly.
Dalam program penyiapan tenaga kerja ke Jepang ini, sebanyak 61 peserta difasilitasi melalui tiga lembaga atau perusahaan dengan skema yang berbeda.
Sebanyak 10 orang difasilitasi oleh LPK AIFA Sumatera Barat untuk mengikuti proses penempatan kerja melalui perusahaan penempatan. Selanjutnya, 30 orang dari LPK HOSHI HIKARI akan mengikuti seleksi program magang IM Japan, sedangkan 21 orang difasilitasi PT BREXA dan telah dinyatakan lulus untuk mengikuti pelatihan.
Melalui program ini, kesempatan bagi generasi muda Pasaman untuk memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan keterampilan di luar negeri diharapkan semakin terbuka. Selain berpotensi meningkatkan kesejahteraan keluarga, pengalaman tersebut juga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Kita ingin anak-anak Pasaman tidak hanya memiliki keterampilan untuk bekerja di dalam negeri, tetapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan bertaraf internasional,” ujar Welly.
Bupati juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait untuk terus memperkuat fasilitasi dan pendampingan bagi putra-putri Pasaman yang ingin bekerja di luar negeri melalui prosedur yang resmi, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepada para CPMI yang akan mengikuti seleksi, pelatihan, dan proses penempatan kerja di Jepang, Welly berpesan agar senantiasa menjaga nama baik daerah dan bangsa, menjunjung tinggi kedisiplinan, serta menunjukkan etos kerja yang baik.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





