PADANG (SumbarFokus)
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan pembinaan atlet tetap berjalan meski bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak lagi tersedia pada tahun ini.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menerima audiensi atlet karate bersama Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) di Istana Gubernur, Minggu (19/7/2026).
“Walaupun tahun ini ada penghentian bantuan dari Kementerian Olahraga, insyaallah kita akan berusaha memberikan dukungan melalui APBD. Pembinaan atlet tidak boleh berhenti karena mereka adalah investasi daerah di masa depan,” kata Mahyeldi.
Dia mengatakan, pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga keberlanjutan pembinaan olahraga, termasuk melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) untuk cabang-cabang olahraga unggulan.
Menurut Mahyeldi, pembinaan atlet perlu dilakukan secara berjenjang sejak usia dini. Karena itu, dia mendorong pengurus cabang olahraga di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memperbanyak kompetisi kelompok umur guna melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi.
“Kita berharap kompetisi usia dini semakin banyak sehingga lahir bibit-bibit atlet yang nantinya bisa didorong ke level yang lebih tinggi. Pembinaan harus terus berjalan, termasuk melalui PPLP untuk cabang-cabang olahraga unggulan,” ujarnya.
Selain dukungan pemerintah, Mahyeldi mengajak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pengurus provinsi, dan pengurus cabang olahraga memperkuat kerja sama dengan dunia usaha agar pembinaan atlet memiliki sumber pendanaan yang lebih luas.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





