5 Tips Atur Keuangan untuk Pejuang Mandiri, Freelancer Merapat!

Penjelasan tips mengatur keuangan
Agar kondisi keuangan tetap stabil, Anda tidak boleh boros. Anda harus bisa menahan diri untuk tidak membeli barang-barang yang tidak Anda butuhkan. (Foto: Canva/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Kalau mendengar istilah freelancer, mungkin yang terbayang di pikiran sebagian orang adalah kebebasan dan fleksibilitas. Kerjanya mandiri, tidak terikat jam kantor, dan punya potensi penghasilan yang lebih dari karyawan kantoran. Karena yang terpenting adalah hasil, freelancer punya kebebasan untuk menentukan waktu kerja, lokasi kerja, dan jenis pekerjaan yang dikerjakan.

Bacaan Lainnya
KPU Provinsi Sumatera Barat

Sepintas, posisi ini memang terlihat menyenangkan. Namun, di balik semua keindahan itu, freelancer punya tantangannya sendiri, terlebih soal manajemen finansial. Sebab, kalau sampai salah kelola, kondisi finansial bisa saja berantakan. Mari simak penjelasan tips mengatur keuangan untuk freelancer berikut ini!

  1. Jangan boros, freelancer itu harus irit

Penghasilan freelancer itu seperti roller coaster. Kadang banyak, kadang sedikit. Tidak ada yang namanya penghasilan tetap seperti karyawan. Kalau Anda tidak bisa mengatur keuangan dengan baik, Anda bisa mengalami masalah keuangan.

Agar kondisi keuangan tetap stabil, Anda tidak boleh boros. Anda harus bisa menahan diri untuk tidak membeli barang-barang yang tidak Anda butuhkan. Anda juga harus bisa mencari cara untuk menghemat pengeluaran, seperti memasak sendiri di rumah, menggunakan transportasi umum, dan mengurangi pengeluaran untuk hiburan.

  1. Beli karena butuh, jangan impulsif

Salah satu penyebab perilaku hidup boros adalah membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Anda harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kalau Anda membeli barang karena kebutuhan, maka itu adalah hal yang wajar. Namun, kalau Anda membeli barang karena ingin, ini bisa masuk kategori pemborosan.

Sebelum membeli barang, Anda harus berpikir terlebih dahulu apakah Anda benar-benar membutuhkannya atau tidak. Kalau Anda tidak membutuhkannya, sebaiknya jangan beli.

Anda juga harus bisa menahan diri untuk tidak tergoda dengan iklan atau promosi. Sudah menjadi rahasia umum kalau promo di marketplace memang sering terlihat menggoda. Agar tidak beli barang hanya karena sedang ada promo, Anda harus bisa mengendalikan sifat impulsif yang Anda punya.

  1. Punya dana darurat itu wajib

Dana darurat adalah dana yang disimpan untuk menghadapi pengeluaran yang tidak terduga, seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan. Dana darurat sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang, terlebih untuk freelancer.

Sebaiknya, Anda punya dana darurat sebesar 3-6 bulan biaya hidup. Namun, untuk freelancer, ada baiknya Anda memiliki dana darurat lebih besar dari itu. Penulis menyarankan untuk punya dana darurat setidaknya 12 bulan biaya hidup.

Anda bisa mengumpulkan dana darurat dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan setiap bulannya. Anda juga bisa menggunakan metode menabung yang sesuai dengan gaya hidup Anda.

  1. Jangan gampang berutang

Freelancer tidak punya penghasilan tetap seperti karyawan yang membuatnya lebih rentan terlilit hutang jika tidak bisa mengelola keuangannya dengan baik. Utang bisa membebani keuangan seorang freelancer hingga akhirnya mengganggu fokus dalam bekerja. Itulah kenapa seorang freelancer sebaiknya tidak gampang berutang atau membeli secara kredit.

Utang sebenarnya tidak selalu buruk kalau Anda tahu bagaimana cara mengelolanya. Meski begitu, sebisa mungkin Anda harus menghindari hutang konsumtif. Kalau pun ingin berutang, usahakan itu adalah utang produktif yang bisa membuka potensi penghasilan baru atau menambah pendapatan.

  1. Investasi itu harus

Ada yang bilang kalau investasi itu sebaiknya dilakukan setelah punya cukup banyak uang. Namun, untuk seorang freelancer, investasi itu wajib tidak peduli seberapa besar penghasilanmu. Bedanya, Anda harus tahu investasi apa yang sebaiknya dipilih sesuai kondisi keuanganmu saat ini.

Kalau penghasilanmu masih kecil, sebaiknya fokus ke investasi pada diri sendiri. Investasikan pada pengembangan skill yang bisa membuatmu dibayar lebih mahal. Setelah penghasilanmu meningkat, Anda juga perlu berinvestasi pada aset yang sekiranya dapat meningkatkan produktivitas kerja dan penghasilan. Berangkat dari sini, secara bertahap Anda bisa mulai masuk ke instrumen investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana, atau bahkan properti.

Dengan manajemen keuangan yang baik, seorang freelancer bisa lebih tenang dalam menjalani pekerjaannya dan lebih fokus mengembangkan bisnisnya. Lebih dari itu, Anda juga akan lebih mudah mencapai apa pun tujuan keuanganmu di masa depan.

Itulah penjelasan tips mengatur keuangan untuk freelancer. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait