7 Tips Hemat Belanja Buah, Utamakan Produk Lokal!

Tujuh tips belanja buah
Di puncak musim, buah-buah tertentu tersedia dalam stok yang melimpah. Semua kebun panen dalam waktu yang bersamaan. Harga buah tersebut pun menjadi murah meriah, misalnya musim mangga. (Foto: Canva/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Untuk menjaga kesehatan, kita harus mengonsumsi serat. Asupan sayur dan buah setiap hari mesti cukup. Apalagi buat anak kos yang kadang terlalu banyak makan makanan instan.

Bacaan Lainnya

Kita harus segera mengimbanginya dengan doyan sayur serta buah. Namun, kendala yang kerap dihadapi kita yang berpenghasilan pas-pasan ialah harga buah terasa mahal. Harga sekilo buah berlipat-lipat dari mi instan.

Dengan pendapatan yang masih minim, beli buah memang perlu dianggarkan. Kalaupun kita belum bisa setiap hari mengonsumsinya, paling tidak gak terlalu jarang. Biar lebih hemat, terapkan tujuh tips belanja buah di bawah ini.

  1. Beli buah sesuai puncak musimnya

Di puncak musim, buah-buah tertentu tersedia dalam stok yang melimpah. Semua kebun panen dalam waktu yang bersamaan. Harga buah tersebut pun menjadi murah meriah, misalnya musim mangga.

Namun, pastikan tidak membelinya ketika baru memasuki musimnya. Harga buah masih mahal di awal musim. Tunggu sampai buah tersebut membanjiri pasar dan ditawarkan dengan harga miring.

Jadi, keinginan diri pun mesti dikendalikan. Sesuaikan apa yang dikonsumsi dengan musimnya. Sebaliknya, jangan menginginkan buah-buahan yang sedang tidak musim karena kalaupun dapat, harganya pasti selangit.

  1. Pilih buah dengan tingkat kematangan beragam

Daya simpan buah memang terbatas. Bila sudah matang, buah lekas sekali membusuk. Oleh sebab itu, belilah buah dengan tingkat kematangan yang tak sama. Contohnya, ketika kita membeli pisang.

Jangan memilih pisang yang kulit buahnya sudah kuning semua. Pilihlah pisang yang barisan pertamanya telah kuning, sedangkan baris keduanya masih kehijauan. Buah akan bertahan lebih lama dan kita pun tak tergesa-gesa dalam menghabiskannya.

Kita menjadi punya stok buah buat beberapa hari ke depan. Tingkat kematangan jenis buah yang lain dapat dilihat dari lunak atau tidaknya saat dipegang. Dalam sekilo buah, campurkan buah yang sudah empuk dan siap dinikmati dengan masih agak keras sehingga dapat disimpan lebih lama.

  1. Utamakan buah lokal daripada buah impor

Terlepas dari soal selera, memilih buah lokal lebih hemat ketimbang buah impor. Buah lokal dihasilkan di dalam negeri sehingga rantai distribusinya pendek. Harganya menjadi relatif lebih terjangkau dibandingkan buah-buahan impor.

Terkadang yang membuat kita tak tertarik dengan buah lokal adalah rasa dan tampilannya yang dirasa agak kurang dari buah impor. Namun mengingat keterbatasan bujet, lebih baik kita masih bisa rutin mengonsumsi buah ketimbang menunggu uang cukup buat beli buah impor. Urusan lidah disederhanakan saja, terpenting kandungan vitamin dalam buah masuk ke tubuh.

  1. Beli buah yang tak kenal musim

Di puncak musim, buah-buah tertentu memang bisa sangat murah. Akan tetapi, itu hanya terjadi beberapa kali dalam setahun secara bergiliran. Gak mungkin dong, kita mau makan buah saja menunggu puncak musimnya?

Di luar musim buah tertentu sebaiknya kita juga tetap mengonsumsi buah-buahan. Tenang, masih banyak jenis buah yang tak mengenal musim. Contohnya, pisang dan pepaya.

Kedua buah tersebut harganya relatif stabil tergantung jenisnya. Sedang pepaya malah sering dijual murah sekali di pasar-pasar tradisional. Ketersediaannya yang melimpah sepanjang tahun bikin harganya terjangkau.

  1. Belanja buah di pasar tradisional

Tips belanja buah selanjutnya adalah belanja di pasar tradisional. Meski belanja di pasar tradisional kerap dihubungkan dengan suasana yang kurang nyaman, penghematannya pun lumayan. Bahan pangan dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan di pusat perbelanjaan modern.

Tak terkecuali harga buah-buahan yang masih lebih miring ketimbang di toko buah. Gak apa-apa, deh, sedikit repot dan kurang nyaman apabila kita berhasil membawa pulang buah-buahan dengan harga lebih murah. Tak usah merasa gengsi, ya!

  1. Datang mendekati waktu tutup toko buah

Kalaupun kita hendak membeli buah di toko, juga ada tipsnya. Selain tidak menggunakan jasa pesan antar alias kita mesti datang langsung, cermati waktunya. Buah-buahan yang dijual biasanya bakal didiskon mendekati jam tutup toko.

Ini dimaksudkan agar tak ada buah yang membusuk besok. Umumnya, buah yang didiskon telah sangat matang dan besok sudah gak sesuai standar toko untuk dijual. Tenang, buah belum busuk kok.

Bahkan, buah sebenarnya masih dapat disimpan 1 atau 2 hari ke depan. Hanya saja, telah kurang menarik untuk dipajang di toko apalagi dihargai sama dengan buah sejenis yang baru datang. Siap-siap berburu buah di sore atau malam hari.

  1. Membeli buah sekalian untuk masak sayur

Saking fokusnya pada anggapan mahalnya harga buah, kita lupa pada jenis buah yang terjangkau. Kita bahkan kerap menggunakannya dalam berbagai masakan. Buah apakah itu?

Ya, tomat dan timun, misalnya. Kedua buah ini kerap dikira sebagai sayuran sehingga kita masih sibuk mencari buah lain padahal kantong lagi tipis. Bila bujet buat beli buah yang lain gak ada, beli saja tomat atau timun.

Kita dapat langsung mengonsumsinya, menjadikannya lalapan, atau dibikin jus. Ingat bahwa yang kita cari adalah kandungan vitamin di dalamnya, bukan sekadar meniru buah yang biasa disajikan di meja makan orang lain. Buah tidak cuma apel, anggur, atau kiwi.

Harga buah di setiap kota memang berbeda-beda. Makin jauh jaraknya dari kebun penghasil buah tentu makin mahal pula harganya. Kita mesti pandai-pandai dalam berbelanja agar dapat tetap rutin mengonsumsi buah-buahan demi kesehatan.

Itulah penjelasan tentang tujuh tips belanja buah supaya lebih hemat. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait