Ade menegaskan, pembangunan sektor pariwisata harus memperhatikan aspek mitigasi bencana, tata ruang, dan kelestarian lingkungan agar destinasi wisata tetap aman dan berkelanjutan.
Dia mengajak, seluruh pemangku kepentingan membangun konsep resilient tourism atau pariwisata tangguh sehingga Sumbar mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus meningkatkan daya saing sebagai daerah tujuan wisata.
Talkshow tersebut menyimpulkan bahwa kebangkitan pariwisata Sumbar tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik pascabencana. Penguatan narasi positif, peningkatan literasi kebencanaan, serta pembentukan karakter masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan budaya juga menjadi faktor penting dalam membangun pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





