Pada sisi belanja, pemerintah mengarahkan anggaran kepada program yang dinilai memberikan manfaat nyata. Belanja yang bersifat seremonial ditekan, sementara efisiensi juga dilakukan terhadap belanja pegawai yang turun 1,46 persen.
“Pemko Batam juga menekan belanja yang bersifat seremonial serta melakukan efisiensi pada belanja pegawai yang turun 1,46 persen. Sementara itu, kenaikan belanja barang dan jasa sebesar 14,86 persen diarahkan untuk mendukung operasional pelayanan publik dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” katanya.
Kebijakan belanja tersebut juga diselaraskan dengan peningkatan kualitas pelayanan, antara lain pada sektor persampahan, perparkiran, dan kesehatan. Pemko Batam turut mengantisipasi potensi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Infrastruktur dan Banjir Jadi Perhatian
Sektor infrastruktur mendapat porsi perhatian melalui kenaikan belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi sebesar 20,98 persen.
Anggaran tersebut diprioritaskan untuk mendukung penanganan banjir secara terpadu dari hulu hingga hilir. Selain itu, diarahkan untuk pengelolaan sampah, peningkatan keselamatan lalu lintas, dan perbaikan kualitas jalan.
Penanggulangan bencana juga diperkuat melalui penyiapan logistik, perencanaan yang matang, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan tanggap bencana.
Di sektor pendidikan dan kesehatan, Pemko Batam memastikan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan tetap menjadi perhatian. Kesiapan fasilitas kesehatan juga diperkuat untuk mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC).
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





