PADANG PARIAMAN (SumbarFokus)
Rehabilitasi lahan pertanian terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat telah rampung sesuai target. Kementerian Pertanian mencatat sekitar 4.000 hektare lahan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi kini telah selesai direhabilitasi, dan 95 persen di antaranya sudah kembali ditanami petani.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian Hermanto, saat meninjau sejumlah lokasi rehabilitasi di Kabupaten Padang Pariaman bersama Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Kamis(16/4/2026).
“Janji kita bersama Pak Menteri untuk menuntaskan rehabilitasi lahan pascabencana di Sumatera Barat betul-betul sudah selesai di bulan Mei ini. Hari ini kami melihat langsung di Padang Pariaman dan alhamdulillah semuanya sudah selesai,” ujar Hermanto.
Dia menjelaskan, sekitar lima persen lahan yang tersisa saat ini masih dalam proses penanaman oleh petani. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pertanda aktivitas pertanian masyarakat mulai kembali pulih.
Selain memastikan rehabilitasi lahan selesai, Hermanto juga meninjau pembangunan tanggul di sejumlah aliran sungai yang sebelumnya kerap meluap dan merusak areal persawahan. Menurutnya, keberadaan tanggul menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan lahan saat banjir terjadi.
Kementerian Pertanian juga siap mendukung pembangunan jaringan irigasi tersier apabila masih dibutuhkan agar pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga.
Sementara, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian di daerahnya. Dia mengungkapkan, target rehabilitasi yang semula direncanakan selesai dalam satu bulan berhasil dituntaskan hanya dalam waktu 23 hari.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





