Menurutnya, seluruh peserta tidak hanya datang dari kabupaten/kota di Sumatera Barat, tetapi juga dari Provinsi Riau dan daerah lainnya.
“Ini membuktikan bahwa event Pasaman Barat punya daya tarik kuat di kalangan komunitas otomotif,” ucapnya.
Dia menilai, penyelenggaraan Drag Bike turut berdampak terhadap peningkatan ekonomi di daerah tersebut. Kehadiran ribuan peserta dan penonton mendorong peningkatan aktivitas perhotelan, rumah makan, UMKM, serta jasa lainnya.
“Saat penyelenggaraan event besar, perputaran ekonomi masyarakat juga ikut naik. Kami harap dukungan terhadap otomotif terus berlanjut,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ade Putra mengatakan, Pasaman Barat kini menjadi salah satu daerah terdepan dalam penyelenggaraan event otomotif di Sumatera Barat.
“Keberhasilan tersebut tentunya tidak terlepas dari kerja keras IMI Pasaman Barat dan dukungan berbagai pihak,” ungkapnya.
Ade menegaskan komitmennya memperjuangkan pembangunan fasilitas balap representatif untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus menekan kegiatan balap liar.
“Arena yang memadai memberi ruang aman bagi pembalap menyalurkan bakat. Dengan begitu, balap liar bisa diminimalkan dan pembinaan atlet lebih optimal,” ujarnya.
Pantauan wartawan di lokasi kegiatan, ribuan penonton memadati kawasan Bandara Pusako Anak Nagari sejak pagi untuk menyaksikan berbagai kelas lomba.
Selain adu prestasi, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas otomotif, promosi daerah, dan penggerak ekonomi. (018)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





