Dia mengatakan, tingginya semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama keberhasilan program TMMD di Desa Krangean.
“Semangat gotong royong warga sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan antara TNI dan rakyat mampu menghadirkan perubahan nyata,” katanya.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani saat meninjau lokasi TMMD bersama Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Sterad juga mengapresiasi pembangunan yang berlangsung di Desa Krangean.
“Kami melihat langsung progres pembangunan berjalan sangat baik. TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi membuka akses kehidupan masyarakat. Ketika akses terbuka, ekonomi akan bergerak lebih cepat dan pelayanan masyarakat menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Selain pembangunan jalan dan jembatan, TMMD juga menghadirkan berbagai program sosial bagi masyarakat.
Sebanyak 10 unit Rumah Tidak Layak Huni direnovasi, lima unit MCK dibangun, fasilitas air bersih disiapkan, hingga program ketahanan pangan melalui pengolahan lahan pertanian dan bantuan bibit ikan lele.
Sebanyak 7.300 pohon juga ditanam sebagai bagian dari penghijauan lingkungan dan pencegahan longsor.
Kasniah (58), warga Dusun Watu Tumpang Desa Krangean mengaku perubahan yang terjadi mulai dirasakan masyarakat.
“Sekarang jalan sudah halus bagus dan mulai diaspal. Kami senang karena aktivitas jadi lebih mudah. Kami berharap ekonomi warga juga semakin baik,” ujarnya.
Kini, jalan yang dulu dipenuhi lumpur perlahan berubah menjadi akses harapan bagi masyarakat Desa Krangean.
Anak-anak lebih mudah menuju sekolah. Aktivitas ekonomi mulai bergerak lebih lancar. Dan warga mulai merasakan bahwa pembangunan benar-benar hadir hingga ke desa mereka. (000/tmmd)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






