Sawahlunto Bakal Tuan Rumah Simposium Internasional 2025

Ilustrasi. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

SAWAHLUNTO (SumbarFokus)

Kota Sawahlunto, tahun depan, akan jadi tuan rumah “We Are my Site Managers International Symposium”. Sebelumnya, simposium ini sukses dihelat oleh George Town World Heritage Incorporated 2024 di George Town, Penang, Malaysia, 1-5 Maret 2024 lalu.

Bacaan Lainnya

Disepakatinya Sawahlunto sebagai tuan rumah di informasikan Pj. Wali Kota Sawahlunto Zefnihan, melalui Rahmat Gino Sea Games, baru-baru ini.

Gino mengatakan, simposium itu dihadiri Chief Minister of Penang Chow Kon Yeow, Chief of Asia and the Pacific Unit, World Heritage Centre, UNESCO, Paris dan Moe Chiba UNESCO Jakarta Indonesia Himalchuli Gurung.

Disepakatinya penyelenggaraan simposium di Sawahlunto tahun depan itu tak luput dari lobi-lobi yang dilakukan delegasi dari Indonesia, seperti Zefnihan, Yayuk Sri Budi Rahayu, Dian Trihayati, Rahmat Gino Sea Games, Jonny Wongso, dan Punto Wijayanto, sebagai utusan Kemendikbudristek RI.

Dikatakan Gino, simposium Internasional We Are Site Managers bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi internasional terhadap manajer situs sebagai garda depan dalam penerapan Konvensi Warisan Dunia tahun 1972, dengan mengindikasikan dan mendefinisikan peran, komitmen, dan kontribusi Manajer Situs untuk Warisan Dunia UNESCO.

“Melalui forum simposium ini diharapkan para peserta dapat menghubungkan para pemangku kepentingan utama sehingga mampu membangun hubungan kerjasama yang lebih kokoh di antara komunitas Warisan Dunia UNESCO,” sebutnya.

Ada 160 peserta dari 37 negara pengelola situs (site manager) Warisan Dunia UNESCO yang hadir dalam simposium 5 hari tersebut.

Disampaikan Gino, simposium menghasilkan beberapa kesepakatan, pertama ‘Deklarasi George Town’ untuk keberlanjutan dan kebersamaan dalam pengelolaan, kedua rencana aksi setelah simposium, di mana salah satu rencana aksi adalah kesepakatan untuk pelaksanaan “We Are Site Managers International Symposium” yang akan dilakukan di Indonesia, tepatnya di Kota Sawahlunto bulan Mei 2025.

Di tetapkannya Kota Sawahlunto sebagai tempat penyelenggaraan We Are Site Managers Internasional Simposium merupakan salah satu upaya komunikasi dan pendekatan yang dilakukan oleh delegasi indonesia dengan para ahli dan site manager yang telah merancang konsep ‘We Are Site Managers International Symposium’ sejak tahun 2017 di Krakow Polandia, dan tahun 2023 di Riyadh, saat pertemuan para site manager pada sidang komite warisan dunia UNESCO.

Untuk diketahui, delegasi Indonesia di forum We Are Site Managers Internasional Symposium berjumlah 12 orang berasal dari 3 daerah yakni, Kota Sawahlunto, Kota Semarang, dan Yogjakarta. Setelah kesepakatan Deklarasi dan Rencana Aksi, delegasi Indonesia mengenalkan situs warisan dunia UNESCO Sawahlunto melalui pemutaran video Ombilin Coal Mine Heritage of Sawahlunto (OCMHS) diselingi penyerahan sovenir berupa Sal Songket Silungkang, Kaos & Tas OCMHS, dan suvenir batubara. (000)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait