Secangkir Kopi Hangatkan Kebersamaan di Pembangunan RTLH TMMD Krangean Purbalingga

Di tengah tumpukan pasir, adukan semen, dan suara alat kerja, secangkir kopi menjadi penghangat suasana pembangunan Rumah Tidak Layak Huni dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

PURBALINGGA (SumbarFokus)

Aroma kopi hitam tercium dari sudut rumah milik Agus di Desa Krangean, Sabtu (9/5/2026).

Di tengah tumpukan pasir, adukan semen, dan suara alat kerja, secangkir kopi menjadi penghangat suasana pembangunan Rumah Tidak Layak Huni dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.

Warga bersama personel Satgas TMMD tampak beristirahat sejenak di sela pengerjaan rumah Agus.

Bacaan Lainnya

Sebagian duduk santai di teras rumah, sementara lainnya menikmati kopi hangat yang disajikan secara sederhana.

Meski hanya kopi hitam dan camilan seadanya, suasana kebersamaan terlihat hangat dan akrab.

Obrolan ringan serta canda kecil terdengar di sela istirahat, membuat suasana pengerjaan terasa lebih ringan.

Agus, pemilik rumah RTLH yang sedang dibangun, mengaku senang melihat kebersamaan yang tercipta selama proses pembangunan berlangsung.

Menurut dia, kopi sederhana tersebut menjadi penyatu semangat antara warga dan Satgas TMMD.

“Walaupun cuma kopi sederhana, tapi rasanya senang bisa dinikmati bareng-bareng setelah bekerja. Suasananya jadi hangat dan akrab,” ujar Agus.

Di sela istirahat itu, tidak terlihat sekat antara warga dan anggota Satgas TMMD.

Mereka duduk bersama sambil memandangi rumah yang perlahan mulai berubah menjadi lebih layak huni.

Bagi Agus, bantuan pembangunan rumah melalui program TMMD tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga rasa kebersamaan yang tumbuh selama proses pengerjaan.

“Saya bersyukur sekali. Bukan cuma rumah yang dibangun, tapi kebersamaan seperti ini juga membuat kami merasa diperhatikan,” kata dia.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait