PADANG (SumbarFokus)
Universitas Negeri Padang menggagas mata kuliah wajib berbasis budaya Minangkabau melalui Focus Group Discussion (FGD) di ruang sidang senat, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang digelar Direktorat Akademik melalui Subdirektorat Kurikulum dan Mata Kuliah Umum ini melibatkan pemangku adat, di antaranya Arkadius Dt Intan Bano dan Ganefri Dt Junjungan nan Bagadiang.
Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Mata Kuliah Umum Ulfia Rahmi mengatakan, gagasan tersebut berangkat dari keinginan menjadikan filosofi “Alam Takambang Jadi Guru” sebagai mata kuliah penciri universitas.
“Kami ingin motto ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi diturunkan menjadi mata kuliah yang membentuk karakter mahasiswa,” ujarnya.
Ulfia Rahmi menyebut, perumusan mata kuliah dilakukan dengan melibatkan pemangku adat, bundo kanduang, serta unsur akademik agar nilai yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan kearifan lokal Minangkabau.
Ketua Tim Perumus Naskah Akademik UNP Alwen Bentri mengatakan, mata kuliah tersebut akan berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Selama ini UNP belum memiliki mata kuliah penciri yang secara eksplisit mengangkat nilai tersebut,” katanya.
Rektor UNP Krismadinata, dalam kesempatan itu, mengatakan, penguatan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan di perguruan tinggi.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga nilai yang akan dibawa dalam kehidupan,” ujarnya.
Arkadius mengatakan, nilai adat harus tetap menjadi pegangan generasi muda di tengah perubahan zaman.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






