Banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian masyarakat. Sekitar lima hektare tanaman padi di Kampung Parit tertimbun pasir, batu, dan kayu berukuran besar. Tanaman jagung seluas sekitar 10 pancang juga dilaporkan terdampak material banjir.
Tidak hanya itu, sebanyak 12 kolam ikan milik masyarakat terdampak, dengan seluruh ikan dilaporkan hanyut terbawa arus.
Kerusakan turut terjadi pada sarana air bersih dan Bendungan Aek Koronok Gunung Ledang. Kerusakan di bagian hulu serta runtuhnya bendungan menyebabkan pasokan air bersih bagi masyarakat Kampung Parit terputus.
Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Amrianto (49), warga Tolang Dolok, Jorong Tonang Raya, dilaporkan hilang. Hingga peninjauan berlangsung, tim gabungan masih melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Pasaman juga telah mengajukan bantuan logistik kepada BPBD Provinsi Sumatera Barat untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain memastikan penanganan di lapangan, Wakil Bupati menekankan pentingnya kecepatan pemerintah nagari dalam menyampaikan laporan setiap kejadian bencana. Pelaporan yang cepat dan akurat dinilai sangat penting agar pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
“Pemerintah Nagari harus cepat dan tanggap melaporkan setiap kejadian bencana. Jangan sampai pemerintah justru mengetahui informasi setelah pemberitaan atau informasi berkembang di masyarakat. Data harus diverifikasi dan divalidasi bersama SKPD teknis untuk kemudian dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan,” tegasnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





