14 Pelaku Diringkus, Polres Pasbar Ungkap Peredaran Gelap Narkotika Periode Mei-Juni 2024

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto didampingi Kasat Resnarkoba AKP Eri Yanto dan Kasi Humas AKP Zulfikar, saat Press Release pengungkapan kasus tindak pidana peredaran gelap narkotika selama periode Mei-Juni 2024 di Mako Polres setempat, Jumat (28/6/2024). (Foto: WISNU A. UTAMA/SumbarFokus.com)

PASAMAN BARAT (SumbarFokus)

Momentum menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024, Kepolisian Resor Pasaman Barat melalui Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana peredaran gelap Narkotika jenis sabu-sabu dan ganja kering di wilayah Kabupaten Pasaman Barat.

Bacaan Lainnya

“Selama periode bulan Mei hingga Juni 2024, Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba berhasil meringkus 14 pelaku tindak pidana peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu dan ganja kering, yang diamankan diberbagai tempat di wilayah hukum Polres Pasaman Barat,” ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto didampingi Kasat Resnarkoba AKP Eri Yanto dan Kasi Humas AKP Zulfikar, saat menggelar Press Release di Mako Polres setempat, Jumat (28/6/2024).

Diterangkan, 14 pelaku yang berhasil diamankan petugas disejumlah tempat berbeda di wilayah hukum Polres Pasaman Barat, masing-masingnya berinisial RA (20), GK (27), ED (37), DD (32), AH (26), ZA (19), RS (38), DH (29), BS (20), LG (30), MR (15) dan PA (23).

Pengungkapan kasus tindak pidana peredaran gelap narkotika ini seiring dengan keresahan dan laporan dari masyarakat berdasarkan 11 Laporan Polisi (LP) masing-masingnya di wilayah hukum Polsek Pasaman sebanyak tiga LP, Polsek Sungai Beremas enam LP dan Polsek Lembah Melintang dua LP.

“Saat ini, ke 14 pelaku sedang menjalani proses hukum di Mapolres Pasaman Barat, dari 14 orang satu pelaku berstatus anak di bawah umur, dan perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pasaman Barat untuk proses hukum lebih lanjut,” terangnya.

Ia menyebut, dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh petugas terhadap para pelaku, diketahui bahwa asal usul narkotika jenis sabu-sabu berasal dari Kota Bukittinggi, sedangkan narkotika jenis ganja kering berasal dari Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

“Pihaknya akan terus melakukan patroli wilayah dan berkoordinasi dengan Polres dan Polsek baik di wilayah hukum Polda Sumatera Barat hingga perbatasan di Polda Sumatera Utara, sebagai upaya mencegah masuknya barang haram tersebut ke wilayah Kabupaten Pasaman Barat,” sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskan, adapun barang bukti yang berhasil disita yaitu, narkotika jenis ganja kering dengan total barang bukti seberat 1.600,5 gram, narkotika jenis sabu-sabu (metamphetamine) total seberat 31,49 gram. Selain itu, petugas juga menyita barang bukti lainnya yaitu, sepeda motor sebanyak empat unit, handphone lima unit, timbangan digital dua unit dan uang tunai dengan nominal Rp 1.109.000.

“Ke 14 pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara serta denda paling banyak Rp10 milyar,” jelasnya.

Ditegaskan, jajaran Polres Pasaman Barat terus berkomitmen dalam memberantas pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkotika, ia juga meminta dukungan dari seluruh mayarakat dan stakeholder terkait lainnya dalam upaya mencegah peredaran gelap narkotika di Kabupaten Pasaman Barat.

“Kita akan tindak tegas terhadap para pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkotika tanpa pandang bulu, dan kepada masyarakat dimohon kerjasamanya segera melaporkan kepada pihak Kepolisian Polres Pasaman Barat, jika terbukti adanya peredaran narkotika di wilayah tempat tinggal masing-masing,” tegasnya. (018)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait