ALKO Dorong Transparansi Rantai Kopi, Petani Berpeluang Naik Kelas ke Pasar Global

PT ALKO Sumatra Kopi mendorong transparansi rantai pasok kopi sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan petani, Kamis (30/4/2026). (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

ALKO juga mengembangkan model korporasi berbasis koperasi untuk memperkuat posisi petani.

Dalam model tersebut, koperasi berperan sebagai off-taker sekaligus penguat hilirisasi di tingkat petani.

Suharyono menjelaskan, pengembangan ALKO dimulai sejak 2017 dengan dukungan berbagai pihak, termasuk World Wide Fund for Nature.

Dia menyebut, penerapan teknologi blockchain sejak 2019 menjadi salah satu terobosan penting dalam meningkatkan transparansi rantai pasok.

Bacaan Lainnya

ā€œTeknologi ini menjadi fondasi transparansi dari hulu hingga hilir,ā€ katanya.

Pembina PT ALKO Sumatra Kopi Ridwan Tulus mengatakan, perusahaan juga mencatat langkah ekspor yang tidak biasa.

Menurut dia, ALKO mengirim 10 ton kopi ke Oman melalui jalur udara untuk memenuhi permintaan pasar Timur Tengah.

ā€œStrategi ini dipilih untuk memenuhi permintaan cepat, meski biaya logistik jauh lebih tinggi,ā€ ujarnya.

Selain itu, ALKO mendorong regenerasi petani melalui digitalisasi dan penguatan peran petani milenial.

Perusahaan juga menargetkan kemandirian pembiayaan berbasis koperasi untuk memperkuat posisi petani dalam rantai nilai.

Saat ini, produksi kopi yang terhimpun dalam koperasi mencapai sekitar 13.000 ton per tahun dari 41.000 anggota.

Namun, serapan oleh ALKO di Sumatera Barat masih di bawah 100 ton per tahun.

Dengan permintaan kopi global yang terus meningkat, ALKO menilai peluang ekspor masih sangat terbuka.

ā€œTeknologi dan ekosistem sebenarnya sudah ada. Tantangannya bagaimana petani memahami nilai produknya dan mengambil peran lebih kuat di pasar,ā€ kata Suharyono. (000/003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait