JAKARTA (SumbarFokus)
PT ALKO Sumatra Kopi menempuh langkah tidak biasa dengan mengekspor 10 ton kopi ke Oman melalui jalur udara, Selasa (30/4/2026).
Pengiriman dilakukan dari Jakarta menuju Muscat untuk memenuhi permintaan cepat pasar Timur Tengah yang terus meningkat, khususnya pada segmen specialty coffee.
Langkah tersebut diambil meski biaya logistik udara mencapai sekitar Rp75.000 per kilogram atau sekitar 45 persen lebih tinggi dari harga produk kopi itu sendiri.
ALKO menilai kecepatan distribusi menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas kopi sebelum proses roasting.
Permintaan kopi premium di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat seiring berkembangnya kafe dan roastery modern.
Dalam kondisi tersebut, pembeli dinilai lebih mengutamakan kualitas dan konsistensi pasokan dibandingkan efisiensi biaya pengiriman.
Selama ini, ekspor kopi umumnya dilakukan melalui jalur laut untuk menekan biaya. Namun, perubahan tren pasar global mulai menggeser prioritas ke kecepatan dan kualitas layanan.
Langkah ALKO menunjukkan bahwa nilai kopi tidak hanya ditentukan oleh harga produk, tetapi juga oleh sistem distribusi dan kepastian pasokan.
Pengiriman tersebut juga didukung sistem traceability digital melalui platform Qthink-X yang memungkinkan pelacakan menyeluruh, mulai dari asal kebun, identitas petani, proses produksi, hingga distribusi.
Transparansi ini menjadi nilai tambah di pasar global yang semakin menuntut kejelasan asal produk dan praktik keberlanjutan.
ALKO menilai strategi pengiriman udara merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat posisi di pasar internasional.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






