Dia juga mengingatkan insan pers agar tidak menggiring opini dalam pemberitaan.
“Berita tidak boleh berisi kesimpulan. Kesimpulan biarkan pembaca yang membuat,” katanya.
Selain itu, Novrianto menilai, media memiliki tanggung jawab memberi edukasi kepada masyarakat, bukan sekadar menyampaikan informasi.
“Informasi tanpa edukasi tidak banyak gunanya bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi terkait tantangan pengawasan pemilu di era digital, termasuk maraknya penyebaran informasi palsu di media sosial.
Bawaslu Sumbar berharap kemitraan dengan media dan mahasiswa dapat memperkuat pengawasan partisipatif sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Sumatera Barat. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.
