PADANG (SumbarFokus)
Bawaslu Provinsi Sumatera Barat memperkuat kemitraan dengan media massa dan kalangan mahasiswa guna meningkatkan pengawasan partisipatif serta menangkal disinformasi menjelang tahapan pemilu dan pemilihan.
Upaya tersebut dilakukan melalui rapat penguatan kemitraan strategis yang digelar secara hybrid di Kantor Bawaslu Sumbar dan Zoom Meeting, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan itu dibuka Ketua Bawaslu Sumbar Alni dan menghadirkan Dewan Penasehat Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Novrianto serta Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Sumbar Muhammad Khadafi sebagai narasumber.
Peserta kegiatan terdiri dari pimpinan media online, mahasiswa, serta jajaran humas Bawaslu kabupaten dan kota se-Sumbar.
Muhammad Khadafi mengatakan, media massa memiliki peran penting dalam memperkuat literasi demokrasi di tengah masyarakat.
Menurut dia, kolaborasi antara Bawaslu dan media diperlukan untuk membangun pengawasan partisipatif sekaligus meminimalisasi penyebaran hoaks dan disinformasi selama proses pemilu.
โMedia menjadi mitra strategis dalam memberikan edukasi politik dan informasi yang benar kepada masyarakat,โ ujarnya.
Sementara itu, Novrianto menilai, sinergi antara penyelenggara pemilu dan media harus terus diperkuat demi menjaga kualitas demokrasi.
Menurut dia, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga ikut mengawasi jalannya demokrasi secara independen dan profesional.
โYang paling penting dalam berita itu cepat dan tepat, sehingga informasi menjadi akurat,โ ujar Novrianto.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.
