Dinilai Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan, Dedieselisasi Huller Digencarkan PLN UP3 Padang

Upaya ini disampaikan dalam kegiatan "Customer Gathering Huller Listrik" yang diselenggarakan PLN UP3 Padang di Hotel Pangeran Beach Padang, Selasa, (11/6/2024). (Foto: PLN Sumbar/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui program dedieselisasi bagi para pelaku usaha huller guna mendapatkan efisiensi biaya. Upaya ini disampaikan dalam kegiatan “Customer Gathering Huller Listrik” yang diselenggarakan PLN UP3 Padang di Hotel Pangeran Beach Padang, Selasa, (11/6/2024).

Bacaan Lainnya

Acara ini dihadiri oleh Manager PLN UP3 Padang, Wilsriza, serta perwakilan dari pemerintah kota padang seperti Dinas Pangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pertanian serta lebih dari 50 pengusaha huller di Kota Padang dan sekitarnya

Dalam sambutannya, Wilsriza, menjelaskan bahwa program dedieselisasi dimaksud adalah konversi penggunaan huller berbasis tenaga diesel menjadi huller menggunakan energi listrik PLN. Ini menjadi salah satu upaya PLN dalam mendukung pertumbuhan pelanggan bisnis dan industri. Program ini tidak hanya lebih efisien secara ekonomi, tetapi juga lebih ramah lingkungan.

“Beralih ke listrik PLN sudah tentu lebih efisien karena harga kWh/Rupiah tarif dasar listrik untuk pelanggan industri lebih murah 70 persen dibandingkan dengan harga BBM. Selain itu, listrik juga minim polusi udara, minim polusi suara, lebih higienis. Tidak hanya itu, kemudahan menggunakan listrik PLN dapat membuat pelaku usaha fokus pada pemaksimalan produksi usahanya saja, pengalaman ini sudah dirasakan oleh pelaku huller yang ada di Kabupaten Tanah Datar, Kota Pariaman dn Kabupaten Solok,” ungkap Wilsriza.

Wilsriza juga menambahkan bahwa program dedieselisasi sejalan dengan komitmen PLN untuk menekan emisi gas rumah kaca serta mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060 mendatang. “Dengan menggunakan listrik PLN secara total, pelanggan sudah berkontribusi mendukung target pemerintah. Lagipula, program dedieselisasi cenderung lebih efektif karena teknologi PLN lebih modern ketimbang pembangkit mandiri konvensional,” lanjutnya.

Dari segi keandalan PLN memastikan mampu memberikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung aktivitas bisnis dan industri. “PLN siap mendukung kebutuhan listrik masyarakat, terutama pelaku usaha atau industri, dengan pasokan listrik yang andal dan berkualitas. Hingga April 2024, kondisi sistem kelistrikan di Sumbar surplus sebesar 71,24 MW atau sebesar 11,27 persen. Dengan surplus sebesar ini, PLN sangat siap mendukung pertumbuhan industri yang ada di Sumatera Barat, khususnya Padang dan sekitarnya,” tegas Wilsriza.

Sosialisasi yang disampaikan oleh tim PLN UP3 Padang mendapatkan respon positif dari para peserta. Terlihat jelas banyak pelaku usaha banyak yang berinteraksi dalam sesi tanya jawab dan melakukan simulasi perbandingan antara penggunaan diesel dan listrik PLN. Salah satu peserta, Doni, mengungkapkan ketertarikannya terhadap informasi yang disampaikan PLN mengenai program dedieselisasi untuk bisnis huller padinya.

“Menarik sekali, terima kasih PLN atas penjelasannya. Sebelumnya kami memang berencana beralih ke listrik PLN yang ternyata dapat meningkatkan produksi industri kami menjadi lebih efisien, efektif, dan ramah lingkungan,” ujar Doni.

Hal serupa juga diutarakan oleh Harce Novarina, perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang. Ia sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini dan mendukung langkah PLN dalam mengenalkan dan meyakinkan program dedieselisasi kepada para pelaku usaha.

“Terima kasih kepada PLN sudah mengenalkan dan meyakinkan tentang Program Dedieselisasi ini. Kami dari perwakilan pemerintah kota tentu sangat mendukung langkah ini karena berdampak positif pada pengembangan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Semoga kegiatan ini menjadi refreshment bagi seluruh pelaku usaha, dan dapat diimplementasikan serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan lingkungan di Kota Padang,” kata Harce Novarina. (000/UID-Sumbar)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait