Ny. Sifrowati Yulianto meminta agar materi yang diperoleh tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan di unit masing-masing.
“Perhatikan baik-baik materi yang diberikan dan praktikkan di tempat tugas masing-masing agar ilmu ini benar-benar bermanfaat,” pesannya.
Selain penguatan kapasitas organisasi, Ny. Sifrowati juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam pengasuhan anak di era digital.
Dia mengingatkan para ibu untuk aktif mengawasi penggunaan media sosial, pergaulan, dan perkembangan anak agar terhindar dari hoaks, kejahatan siber, serta kekerasan dan asusila.
“Anak-anak kita membutuhkan perhatian ekstra di rumah. Keluarga harus menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter anak yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Pasaman Barat Ny. Erisa Doddy San Ismail menekankan pentingnya kesiapan anggota DWP dalam mendukung agenda organisasi. Menurutnya, anggota DWP harus memiliki kemampuan praktis dan siap ditugaskan kapan pun dibutuhkan.
“Sebagai istri ASN, kita harus siap tampil kapan pun. Mulai dari menjadi MC, panitia, hingga memahami public speaking dan aturan keprotokoleran. Tidak ada kata tidak untuk mendukung agenda organisasi,” ujarnya.
Ny. Erisa juga menyoroti kedisiplinan kehadiran anggota. Dari target 90 peserta, pertemuan tersebut dihadiri sekitar 60 orang. Ia menegaskan bahwa pertemuan rutin yang hanya dilaksanakan dua bulan sekali harus dimanfaatkan secara optimal.
“Kami akan bersurat kepada Penasihat DWP Kabupaten, Bapak Sekretaris Daerah, untuk memanggil kepala unit atau suami anggota yang tidak hadir tanpa keterangan,” tegasnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





