PADANG (SumbarFokus)
Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Musala Darussalam, Kelurahan Lubuk Minturun, Kota Padang, Selasa (18/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat untuk membahas sejumlah persoalan, mulai dari pendidikan, pengelolaan APBD hingga penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Muhidi mengatakan, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Aspirasi tersebut kemudian menjadi bahan dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran daerah.
Dia menjelaskan, DPRD memiliki peran strategis dalam menentukan arah penggunaan anggaran daerah bersama pemerintah provinsi. APBD, kata dia, tidak dapat dibelanjakan begitu saja tanpa melalui proses pembahasan dan persetujuan DPRD.
“APBD itu bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujar Muhidi.
Menurut dia, perubahan dunia yang berlangsung cepat juga berpotensi memengaruhi kondisi daerah. Karena itu, Sumatera Barat perlu menyiapkan masyarakat yang mampu beradaptasi sekaligus memanfaatkan peluang dari perubahan tersebut.
Salah satu sektor yang dinilai penting untuk diperkuat adalah pendidikan. Penguatan pendidikan, menurut Muhidi, tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga kepala sekolah dan guru yang berada di garis depan dalam menyiapkan generasi masa depan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





