“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan kita, namun faktanya saat ini semakin sedikit anak muda yang mau turun ke sawah atau menjadi petani. Ini merupakan alarm keras bagi kita semua,” kata Evi.
Menurutnya, HKTI perlu menghadirkan program inovatif yang mampu menjadikan sektor pertanian lebih menjanjikan secara ekonomi sekaligus menarik bagi generasi muda.
“Tugas besar HKTI ke depan adalah memastikan pertanian menjadi sektor yang menjanjikan secara ekonomi, sekaligus merancang program inovatif berbasis teknologi agar generasi muda kembali bangga menjadi petani modern,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap kepengurusan baru HKTI Sumbar. Pemprov Sumbar, kata dia, siap memperkuat ekosistem pertanian dan memperjuangkan kepentingan petani.
“Pemerintah Sumbar siap berjalan beriringan dengan HKTI untuk melahirkan inovasi dan mempercepat regenerasi petani,” ujar Vasko.
Dia mengatakan, penguatan sektor pertanian di daerah juga menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah pusat untuk mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan nasional.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, HKTI Sumbar diharapkan semakin aktif memperjuangkan kesejahteraan petani, memperkuat regenerasi, serta mendorong pertanian yang berbasis teknologi dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





