Selain itu, diseminasi diharapkan memperkuat sinergi perguruan tinggi dan pemerintah dalam pelestarian budaya serta pengembangan UMKM.
Sejumlah instansi turut hadir sebagai narasumber, yakni Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumatera Barat, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Barat, serta akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.
Forum tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi untuk memperkuat pelestarian baju kurung basiba sekaligus mendorong implementasinya di lingkungan pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat.
Dengan demikian, hasil pengabdian FPP UNP tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Program tersebut juga menempatkan busana berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif sekaligus upaya mempertahankan warisan budaya Minangkabau.
Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas masyarakat, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan UMKM berbasis budaya lokal, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian warisan budaya Minangkabau, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. (000/unp)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





