FPP UNP Dorong Baju Kurung Basiba Masuk Kebijakan, UMKM Busana Lokal Diperkuat

Upaya itu dilakukan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar pelaku UMKM busana di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. (Foto: UNP/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Baju kurung basiba tidak hanya didorong untuk tetap hidup sebagai bagian dari budaya Minangkabau, tetapi juga memiliki ruang yang lebih luas dalam pengembangan ekonomi kreatif. Upaya itu dilakukan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar pelaku UMKM busana di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Hasil pendampingan tersebut kemudian dibawa ke forum Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Penguatan UMKM Busana Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Berkelanjutan di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kegiatan berlangsung di Mandeh Meeting Room, Premier Basko Hotel Padang, Kamis (2/7/2026). Forum tersebut mempertemukan akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas keberlanjutan hasil pengabdian serta peluang implementasinya dalam kebijakan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Program pengabdian dilaksanakan tim dosen Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) UNP melalui Program EQUITY THE Impact Ranking (IR) UNP yang didukung LPDP.

Tim tersebut diketuai Prof. Ernawati, dengan anggota Prof. Agusti Efi, Hazevi Atila Yazel Aze, M.Pd., Hadiastuti, M.Pd., Elviza Yeni Putri, M.Pd., dan Nadjma.

Ketua Tim Pengabdian Prof. Ernawati mengatakan, kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada 9–10 Agustus 2025. Sasaran program mencakup pelaku UMKM bidang busana, penjahit atau modiste, kelompok perempuan, Bundo Kanduang, serta pemudi yang memiliki usaha maupun minat terhadap pengembangan busana tradisional dan busana muslimah.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait