Guru Besar Baru Unand, Prof. Ike Revita Ajak Masyarakat Bangun Kesantunan Berbahasa di Era Digital

Perubahan cara masyarakat berkomunikasi di era digital menjadi perhatian Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Ike Revita. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Tema orasi yang diangkat, lanjut Ike, lahir dari kegelisahannya melihat perubahan pola komunikasi masyarakat. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi dari komunikasi lisan menjadi komunikasi melalui berbagai platform digital yang berlangsung sangat cepat.

Perubahan itu, menurut dia, menghadirkan tantangan baru. Kemudahan menyampaikan pendapat di ruang digital sering kali tidak diikuti kemampuan memahami konteks, etika, maupun dampak dari sebuah ujaran.

Karena itu, dia menegaskan bahwa pendidikan bahasa tidak lagi cukup hanya mengajarkan tata bahasa dan kemampuan berkomunikasi. Literasi digital serta kesadaran pragmatik perlu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan agar masyarakat mampu menggunakan bahasa secara bijaksana.

Ike juga melihat perkembangan media sosial, kecerdasan buatan, komunikasi lintas budaya, hingga perubahan norma kesantunan di ruang digital sebagai ruang penelitian yang terus berkembang.

Dia meyakini bahwa kajian pragmatik akan memiliki peran yang semakin penting pada masa mendatang. Melalui disiplin ilmu tersebut, hubungan antara bahasa, konteks, dan perilaku sosial dapat dipahami secara lebih utuh sehingga mampu membantu masyarakat membangun komunikasi yang efektif tanpa meninggalkan nilai empati dan penghormatan terhadap orang lain.

Setelah dikukuhkan sebagai guru besar, Ike mengaku ingin mendorong penguatan budaya akademik yang lebih produktif di Universitas Andalas. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan kualitas riset, tetapi juga memastikan hasil penelitian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait