“Upaya yang dilakukan Pertamina patut kami apresiasi. Mereka mempercepat operasional terminal, menambah armada mobil tangki, dan meminta pengawalan dari kepolisian sehingga distribusi bisa lebih cepat sampai ke SPBU,” katanya.
Menurut Ridwan, langkah yang dilakukan Pertamina, baik di tingkat regional maupun pusat, sudah maksimal dalam mengatasi keterlambatan distribusi akibat kondisi di lapangan.
Meski demikian, dia menilai kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat infrastruktur distribusi energi di Sumatera Barat. Salah satu yang didorong Hiswana Migas adalah penambahan integrated terminal sebagai penyangga pasokan BBM di daerah.
“Kami berharap ke depan ada penambahan integrated terminal di Sumatera Barat. Dengan adanya fasilitas tersebut, kapasitas penyimpanan BBM akan lebih besar dan distribusi menjadi lebih fleksibel apabila terjadi gangguan di jalur transportasi seperti yang kita alami saat ini,” ujarnya.
Dia menambahkan, keberadaan integrated terminal tambahan akan meningkatkan ketahanan energi daerah, mempercepat distribusi, serta mengurangi risiko keterlambatan pasokan ketika terjadi bencana, kemacetan, maupun perbaikan infrastruktur jalan.
Ridwan optimistis, dengan dukungan pemerintah dan Pertamina, penguatan infrastruktur distribusi BBM di Sumatera Barat dapat direalisasikan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin andal dan antrean panjang akibat hambatan distribusi dapat diminimalkan pada masa mendatang. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





