HKTI Sumbar Siapkan Program Saba Desa, Fokus Atasi Persoalan Petani

Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Sumbar memperkuat program strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Regenerasi petani turut menjadi agenda penting melalui pengembangan petani milenial, pelatihan, dan kaderisasi generasi muda. Langkah ini ditujukan untuk mendorong keterlibatan anak muda dalam usaha pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan sektor tersebut.

Sekretaris DPD HKTI Sumbar Hidayat menegaskan, keberhasilan program pertanian membutuhkan sinergi antara organisasi, pemerintah, petani, dan dunia usaha.

“Kemajuan pertanian membutuhkan kerja sama semua pihak. HKTI harus mampu menjadi jembatan antara petani, pemerintah, dan dunia usaha agar berbagai persoalan pertanian dapat dicarikan solusi bersama,” katanya.

Menurut Hidayat, pendampingan petani perlu diperkuat, terutama terkait akses pembiayaan, kepastian harga hasil pertanian, kebutuhan produksi, serta penguatan koperasi. HKTI juga mendorong koordinasi dengan pihak terkait untuk membantu menyelesaikan persoalan kelangkaan pupuk dan kartu tani.

Melalui program Saba Desa, HKTI akan mendorong pengurus turun langsung ke masyarakat pedesaan untuk menyerap aspirasi dan mengidentifikasi persoalan yang dihadapi petani. Program tersebut diharapkan menjadi sarana menjembatani kebutuhan petani dengan pihak yang berwenang.

Selain itu, HKTI Sumbar mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk mendukung ketahanan pangan, pengembangan perhutanan sosial bersama Kementerian Kehutanan, serta program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hidayat berharap berbagai agenda tersebut dapat diterjemahkan menjadi program kerja konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat tani.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait