Marandang, Tradisi Masyarakat Minang Sambut Ramadan

Marandang, tradisi masyarakat Minang sambut Ramadan. (Foto: MUHAMMAD SHIDDIQ PUTRA/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Apakah anda tau, tradisi marandang ala masyarakat Minang untuk menyambut bulan Ramadan?

Bacaan Lainnya
KPU Provinsi Sumatera Barat

Tradisi yang ini biasanya dilakukan 2 hari menjelang Ramadan tiba. Masyarakat akan memasak rendang dalam porsi besar untuk santap sahur dan berbuka puasa di hari pertama.

Marandang sendiri diartikan sebagai kegiatan memasak rendang. Rendang merupakan makanan khas Minangkabau yang berbahan dasar daging sapi atau kerbau dan berwarna gelap.

Tidak hanya menggunakan daging sapi sebagai bahan rendang, masyarakat Minang juga biasanya menggunakan daging kerbau, ayam dan ikan untuk digunakan sebagai bahan utama pembuatan rendang.

Dijelaskan, rendang sendiri memiliki 4 bagian di dalamnya:

1. Daging sapi/kerbau merupakan lambang ninik mamak para pemimpin adat
2. Santan merupakan lambang cadiak pandai kaum (intelektual) yang membantu pemimpin adat dalam memecahkan masalah di masyarakat
3. Lado/Cabe merupakan lambang alim ulama yang cerdas dan tegas untuk menjalankan Syari’at agama
4. Bumbu atau rempah merupakan lambang masyarakat Minangkabau termasuk Bundo kanduang

Bagi masyarakat Minangkabau memasak Randang di hari-hari tertentu sudah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang. (BBS/Magang/Zeni)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait