Pemanfaatan Padang Mardani tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi korban bencana. Kawasan tersebut juga masuk dalam rencana pengembangan terpadu yang mencakup pembangunan fasilitas lain.
Dari lahan yang disiapkan untuk Huntap seluas 10 hektare, area prioritas pembangunan diperkirakan mencakup sekitar 8 hektare.
Di kawasan yang sama, pemerintah juga merencanakan penyediaan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat, yang lokasinya berdampingan dengan markas batalion.
Bupati Agam menilai karakteristik kawasan yang relatif datar dan letaknya yang strategis dapat mendukung pengembangan tersebut. Kehadiran hunian permanen, fasilitas pendidikan, serta markas batalion diperkirakan akan meningkatkan aktivitas di kawasan Padang Mardani.
Peningkatan aktivitas itu juga diharapkan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Seiring berkembangnya kawasan, kebutuhan terhadap berbagai barang dan jasa berpotensi menciptakan peluang usaha bagi warga setempat.
“Kehadiran Huntap, Sekolah Rakyat, dan batalion tentu akan menjadikan daerah ini ramai dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.
Meski demikian, pengembangan kawasan tersebut tetap memerlukan tahapan perencanaan dan pelaksanaan yang terkoordinasi agar setiap pembangunan berjalan sesuai peruntukannya.
Menurut Bupati Agam, bagi masyarakat yang terdampak bencana, tersedianya hunian permanen merupakan salah satu kebutuhan utama dalam proses pemulihan.
Rumah yang layak dapat menjadi landasan bagi warga untuk kembali membangun kehidupan keluarga setelah kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





