Teks Anekdot: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contoh

Pengertian teks anekdot
Teks anekdot adalah cerita atau kisah singkat dan lucu berdasarkan pengalaman hidup tentang berbagai topik, mulai dari politik, pendidikan, hukum, dengan sindiran atau kritikan. detik.com/tag/teks-anekdot. (Foto: Canva/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Pengertian Teks Anekdot

Bacaan Lainnya

Teks anekdot adalah cerita atau kisah singkat dan lucu berdasarkan pengalaman hidup tentang berbagai topik, mulai dari politik, pendidikan, hukum, dengan sindiran atau kritikan. detik.com/tag/teks-anekdot

Tujuan teks anekdot adalah membangkitkan tawa bagi pembaca, sebagai sarana penghibur, dan sebagai sarana pengkritik, seperti dikutip dari Teks Anekdot oleh Maharani Sikumbang.

Ciri-ciri teks anekdot adalah bersifat humor, menyindir, menggelitik, umumnya menyangkut orang penting atau isu publik, serta memiliki makna tersurat dan tersirat. Makna tersirat dari teks anekdot berisi pesan moral bagi pembacanya.

Anekdot dapat menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Namun, biasanya terdapat modifikasi saat penceritaan sehingga menjadikannya sebuah fiksi dan kadang terlalu baik untuk menjadi kenyataan.

Anekdot dapat dikemas dan disampaikan dalam acara sketsa humor, film komedi, sinetron komedi, bincang-bincang di televisi dan podcast, dan stand up comedy. Sebagai salah satu jenis humor, isinya satir dan menghibur.

Struktur Teks Anekdot

  • Abstraksi, yaitu pengenalan latar cerita.
  • Orientasi, yaitu pembuka peristiwa dan tokoh.
  • Event, berisi rangkaian peristiwa yang terjadi di dalam teks.
  • Krisis, berisi pemunculan masalah yang terjadi di teks anekdot.
  • Reaksi, berisi langkah penyelesaian masalah yang timbul di dalam bagian krisis.
  • Koda, berisi perubahan yang terjadi pada tokoh di dalam teks.

Contoh Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot 1: Kursi

Di suatu siang, ada dua bocah yang sedang bercanda di bawah pohon rindang, Bagus dan Anton.

Bagus: “Anton, kita main tebak-tebakan, yuk! Kursi apa yang membuat orang lupa ingatan?”

Anton: ” Kursi goyang! Orang yang duduk di atas kursi goyang akan mengantuk dan tertidur Saat tidur, orang, kan, lupa.”

Bagus: “Hahahaha, lucu, tapi jawabanmu salah.”

Anton: “Hmm, kursi apa dong?”

Bagus: “Jawabannya adalah kursi jabatan!”

Anton: “Lho, kok begitu?”

Bagus: “Jelas lah! Coba kamu ingat, sebelum duduk di kursi jabatan, banyak calon berjanji macam-macam. Tetapi setelah duduk di kursi itu, mereka lupa ingatan soal janji-janjinya!”

Anton: “Hahahahaha betul juga.”

Contoh Teks Anekdot 2: Reaksi Kimia

Seorang guru mengajarkan reaksi kimia di kelas. Ia menerangkan, proses pembuatan makanan merupakan proses kimiawi. Ia pun memulai sesi pertanyaan.

“Susi, sebutkan contoh reaksi kimia yang sudah kamu tahu!” kata Bu Guru.

“Dalam pembuatan etanon, glukosa diubah jadi alkohol lewat fermentasi, rumusannya C6H12O6 -> 2C2H5OH + 2CO2 + 1NADH2 + energi,” jelas Susi.

“Bagus, Susi!” Puji Bu Guru. ” Sekarang Juki, sebutkan contoh yang lain!”

Juki waktu itu sedang melamun. Maklum, ia belum sarapan karena bangun kesiangan. Padahal, ibunya sudah menyiapkan nasi pecel ayam yang sangat enak untuk ia dan adiknya. Juki pun tidak berkonsentrasi dengan pertanyaan Bu Guru sehingga menjawab sekenanya.

“Beras dimasak jadi nasi, Bu. Lalu tempe mentah dicampur garam, bawang, dan ketumbar, kemudian digoreng jadi gurih. Kalau nasi dan tempe dicampurkan, ditambah sambal pecel, rebusan sayur, dan kecambah, perpaduan unsur ini menjadi sarapan enak, Bu,” sahut Juki.

Seisi kelas tertawa kencang, termasuk Bu Guru.

“Tenang..tenang..hahaha. Juki, kenapa jawabanmu demikian?” tanya Bu Guru.

“Itu reaksi kimiawi, Bu,” jawab Juki.

“Maksudnya bagaimana?”

“Tadi kata Ibu, semua proses makanan adalah proses kimiawi. Saya jawab proses sederhananya, Bu, tidak pakai rumus kimia. Soalnya susah, nanti bikin lapar,” jelasnya.

Sekali lagi siswa tertawa karena jawaban Juki yangs sedang lapar.

Contoh Teks Anekdot 3: UUD

Suatu hari, guru Pendidikan Kewarganegaraan menjelaskan perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) dari periode ke periode. Ia juga menjelaskan alasan perubahan UUD di Indonesia.

Di tengah kelas, Amin tampak tertidur di kelas. Guru tersebut menegurnya.

“Amin, jelaskan perubahan UUD, lalu apa maksud peraturan diatur di UUD,” kata sang guru.

“Kalau kenapa diatur di UUD, saya tahu Bu. Soalnya, semuanya akhirnya memang UUD, Ujung-ujungnya Duit,” celetuk Amin.

Kawan-kawan Amin cekikikan, sang guru geleng-geleng kepala.

Itulah penjelasan pengertian teks anekdot, struktur, ciri-ciri, dan contohnya. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait