Ini 7 Perbedaan PNS dan PPPK

Penjelasan perbedaan PNS PPPK
Pada PNS, terdapat proses pengembangan karier yang jelas dan in line dengan jabatan. Sedangkan pada PPPK tidak ada aturan manajemennya. (Foto: Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2023 telah dibuka pada 20 September 2023. Dalam rekrutmen CASN ini terdapat dua jenis posisi yang bisa dipilih yakni calon PNS dan PPPK.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014, pegawai pemerintah saat ini disebut sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam ASN ini terdapat dua jenis pegawai yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Persamaan dari PNS dan PPPK adalah bekerja di instansi pemerintahan. Jika sama-sama bekerja untuk negara dan digaji oleh negara, lantas apa perbedaan antara PNS dan PPPK? Mengutip dari berbagai sumber, berikut penjelasan perbedaan PNS PPPK.

Penjelasan Perbedaan PNS dan PPPK

  1. Status Kerja

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.49 tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, pegawai PPPK adalah orang WNI yang diangkat setelah memenuhi syarat tertentu dan lolos seleksi CASN. Mereka akan diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.

PPPK memiliki masa kontrak paling sedikit selama satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan instansi. Sementara PNS memiliki status kerja sebagai pegawai tetap.

PNS dan PPPK bisa diberhentikan secara hormat maupun tidak hormat. Secara hormat, PNS akan diberhentikan saat sudah masuk masa pensiun sedangkan PPPK akan diberhentikan saat masa kontrak sudah berakhir.

  1. Pengembangan Karier

PNS dan PPPK pun memiliki mekanisme pengembangan karier yang berbeda. Pada PNS, terdapat proses pengembangan karier yang jelas dan in line dengan jabatan. Sedangkan pada PPPK tidak ada aturan manajemennya.

Seorang PNS yang memiliki jabatan JFT jenjang pertama bisa terus mengembangkan kariernya ke jenjang Muda, Madya, hingga Utama atau jabatan yang lebih tinggi. Berbeda dengan PPPK, mereka diangkat untuk mengisi jabatan kosong dalam waktu tertentu.

PPPK yang ingin naik jabatannya harus mengikuti rekrutmen kembali untuk mengisi jenjang jabatan yang lebih tinggi. Sementara pada PNS, kenaikan golongan disesuaikan dengan pengalaman dan lama masa kerja.

  1. Batasan Usia Melamar

Berdasarkan pasal 23 ayat 1 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus berusia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun saat mendaftar.

Sementara aturan tentang batas usia calon PPPK diatur dalam pasal 16 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 yang menyebutkan bahwa usia minimal pelamar PPPK adalah 20 tahun. Sedangkan batas usia maksimalnya adalah satu tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang dilamar.

  1. Proses Seleksi

Dalam seleksi CPNS, pelamar akan mengikuti rangkaian tes Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sedangkan pelamar PPPK akan menjalani tes Seleksi Kompetensi Manajerial, Seleksi Kompetensi Teknis, dan Seleksi Kompetensi Sosial kultural.

Selain tes, pelamar CPNS dan PPPK akan menghadapi jenis seleksi lainnya seperti seleksi administrasi, wawancara, dan tes praktik.

  1. Gaji

PNS memiliki gaji yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019. Sedangkan gaji PPPK diatur dalam Peraturan Presiden RI Nomor 98 Tahun 2023. Untuk lebih jelasnya, berikut gaji PNS dan PPPK:

PNS

Golongan Ia: Rp1.560.800- Rp2.335.800

Golongan Ib: Rp1.704.500- Rp2.472.900

Golongan Ic: Rp1.776.600- Rp2.577.500

Golongan Id: Rp1.851.800- Rp2.686.500

Golongan IIa: Rp2.022.200- Rp3.373.600

Golongan IIb: Rp2.208.400- Rp3.516.300

Golongan IIc: Rp2.301.800- Rp3.665.000

Golongan IId: Rp2.399.200- Rp3.820.000

Golongan IIIa: Rp2.579.400- Rp4.236.400

Golongan IIIb: Rp2.688.500- Rp4.415.600

Golongan IIIc: Rp2.802.300- Rp4.602.400

Golongan IIId: Rp2.920.800- Rp4.797.000

Golongan IVa: Rp3.044.300- Rp5.000.000

Golongan IVb: Rp3.173.100- Rp5.211.500

Golongan IVc: Rp3.307.300- Rp5.431.900

Golongan IVd: Rp3.447.200- Rp5.661.700

Golongan IVe: Rp3.593.100- Rp5.901.200

PPPK

Golongan I: Rp 1.794.900 – Rp 2.686.200

Golongan II: Rp 1.960.200 – Rp 2.843.900

Golongan III: Rp 2.043.200 – Rp 2.964.200

Golongan IV: Rp 2.129.500 – Rp 3.089.600

Golongan V: Rp 2.325.600 – Rp 3.879.700

Golongan VI: Rp 2.539.700 – Rp 4.043.800

Golongan VII: Rp 2.647.200 – Rp 4.214.900

Golongan VIII: Rp 2.759.100 – Rp 4.393.100

Golongan IX: Rp 2.966.500 – Rp 4.872.000

Golongan X: Rp 3.091.900 – Rp 5.078.000

Golongan XI: Rp 3.222.700 – Rp 5.292.800

Golongan XII: Rp 3.359.000 – Rp 5.516.800

Golongan XIII: Rp 3.501.100 – Rp 5.750.100

Golongan XIV: Rp 3.649.200 – Rp 5.993.300

Golongan XV: Rp 3.803.500 – Rp 6.246.900

Golongan XVI: Rp 3.964.500 – Rp 6.511.100

Golongan XVII: Rp 4.132.200 – Rp 6.786.500

  1. Tunjangan

Adapun tunjangan yang akan didapat PNS antara lain tunjangan kinerja, tunjangan suami/istri, tunjangan anak, tunjangan makan, dan tunjangan jabatan. Sementara itu, PPPK akan mendapat tunjangan berupa tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural, tunjangan jabatan fungsional, dan lainnya.

  1. Masa Pensiun

Masa pensiun seorang PNS berlaku pada usia 58 tahun untuk pejabat administrasi dan 60 tahun untuk jabatan pimpinan tinggi. Dalam sistem PPPK, masa pensiun tidak diterapkan karena pegawai masa kerjanya tidak tetap dan minimal selama 1 tahun.

Itulah penjelasan perbedaan PNS PPPK yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait