PJKIP Padang Panjang Soroti Dampak Tol Sicincin–Bukittinggi terhadap Lahan Pertanian

etua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Padang Panjang Rifnaldi mengapresiasi pelaksanaan pra-sosialisasi rencana pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi di Gedung M. Syafei, Kota Padang Panjang, Rabu (28/10/2026). (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

PADANG PANJANG (SumbarFokus)

Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Padang Panjang Rifnaldi mengapresiasi pelaksanaan pra-sosialisasi rencana pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi di Gedung M. Syafei, Kota Padang Panjang, Rabu (28/10/2026). Namun, dia mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi dan perlindungan terhadap petani yang berpotensi terdampak proyek tersebut.

Kegiatan yang menghadirkan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Wakil Wali Kota Allex Saputra, serta Sekretaris Daerah Doni Hendra itu dinilai menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi antara pemerintah, penyelenggara proyek, dan masyarakat.

Menurut Rifnaldi, rencana pembangunan tol yang diperkirakan bernilai sekitar Rp29 triliun tersebut perlu mempertimbangkan bukan hanya konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dampaknya terhadap lahan pertanian dan mata pencaharian warga.

“Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai lahan mereka, termasuk sawah yang berpotensi terdampak trase, jaringan irigasi, dan akses menuju lahan pertanian. Semua itu harus dijelaskan secara terbuka sejak awal,” ujar Rifnaldi.

Dia juga menekankan pentingnya perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Jika trase jalan tol bersinggungan dengan lahan pertanian produktif, pihak terkait perlu menjelaskan status lahan, kesesuaian tata ruang, serta langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait