Menurut Dony, integrasi tersebut membuka peluang lebih besar dalam mengoptimalkan pengelolaan aset, memperkuat struktur bisnis, sekaligus membangun portofolio industri pariwisata nasional yang lebih solid.
“Transformasi ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan value creation melalui pengelolaan aset yang lebih efektif. Ke depan, industri hospitality BUMN diharapkan semakin efisien, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar,” ujarnya.
Melalui proses konsolidasi tersebut, InJourney diproyeksikan akan mengelola sekitar 120 hotel yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dengan jumlah itu, perusahaan pelat merah tersebut diperkirakan menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia sekaligus memperkuat posisi BUMN dalam industri pariwisata nasional. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





