Ridwan Tulus: Advokat Pariwisata Berpotensi Jadi Profesi Paling Diburu 10 Tahun Mendatang

Ilustrasi. (Foto: TIM/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Industri pariwisata yang terus berkembang diperkirakan akan melahirkan kebutuhan besar terhadap profesi hukum yang memiliki spesialisasi di sektor tersebut. Dalam satu dekade mendatang, advokat pariwisata dinilai berpotensi menjadi salah satu profesi hukum yang paling dibutuhkan.

Founder Sumatera and Beyond sekaligus Inisiator Green Tourism Institute Ridwan Tulus mengatakan, pariwisata modern tidak lagi sekadar berbicara tentang objek wisata dan kunjungan wisatawan, tetapi juga menyangkut investasi, pertanahan, lingkungan hidup, perlindungan budaya, hingga bisnis internasional.

Pernyataan itu disampaikan Ridwan menjelang Pendidikan dan Pelatihan Paralegal bagi mahasiswa Fakultas Hukum se-Sumatera Barat yang akan digelar pada 19-21 Juni 2026 di Padang.

“Saya akan berbagi tentang Green Tourism dan peluang profesi hukum dalam industri pariwisata,” katanya.

Ridwan menilai, masih banyak kalangan hukum yang melihat pariwisata hanya sebagai sektor hiburan. Padahal, industri tersebut telah berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar yang melibatkan berbagai aspek hukum.

Menurut dia, setiap pembangunan destinasi wisata membutuhkan kepastian hukum agar investasi berjalan sehat, lingkungan tetap terjaga, dan masyarakat memperoleh manfaat yang adil.

“Pariwisata merupakan instrumen pembangunan yang sangat strategis,” ujarnya.

Dia mengatakan, advokat memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. Mulai dari penyusunan kontrak investasi, penyelesaian sengketa usaha, mediasi konflik lahan, hingga perlindungan hak masyarakat adat yang terdampak pembangunan destinasi wisata.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait