Menurut dia, adanya komitmen transaksi dengan buyer asal Taiwan juga membuka peluang bagi produk unggulan Sumatera Barat untuk memperluas pasar dan masuk ke rantai perdagangan global.
SCF 2026 mengusung tema “Creative Culture for Digital and Sustainable Future: Mendorong Daya Saing Ekonomi Kreatif Sumatera Barat Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.
Lebih dari 60 UMKM ambil bagian dalam SCF Fair melalui zona Citra Nusa, Gastronomi dan Cangkir Barista, Recycle & Green Creative, serta Zona Edukasi.
Beragam produk unggulan Sumatera Barat ditampilkan, mulai dari wastra, fesyen, kriya dan kerajinan, makanan dan minuman olahan, kopi, teh, hingga produk kreatif berbasis keberlanjutan.
Selain pameran, SCF juga memfasilitasi edukasi, transaksi digital, akses pembiayaan, business matching, dan perluasan akses pasar. Pelaku UMKM dipertemukan dengan pasar, buyer, perbankan, investor, serta jejaring usaha.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir turut hadir dalam penutupan SCF 2026. Dia mengapresiasi peran dan dukungan Bank Indonesia terhadap pemberdayaan masyarakat di Kota Padang, khususnya dalam pengembangan UMKM.
“BI super hebat!” kata Maigus.
Dia berharap keberhasilan pengembangan UMKM dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Sukses UMKM, sukses kita semua. Apresiasi untuk BI Sumbar,” ujarnya.
Melalui SCF 2026, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan mendorong penguatan kapasitas usaha, digitalisasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, dan fasilitasi ekspor bagi UMKM Sumatera Barat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





